Pasangkayu || Cyberpena.com – Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Sulawesi Barat, Densus 88 Anti Teror Polri, melaksanakan kegiatan sosialisasi pencegahan paham IRET kepada masyarakat luas. Kegiatan ini berlangsung di Desa Kasoloang, Dusun Pebondo 1, Kabupaten Pasangkayu, Sabtu (24/10/2026) Malam.
Berbeda dari kegiatan sosialisasi pada umumnya, kali ini Satgaswil Sulbar Densus 88 AT Polri menyasar langsung masyarakat yang sedang berkumpul dalam rangka pelaksanaan turnamen domino antar gardu di wilayah tersebut. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kasatgaswil Sulbar, AKBP Soffan.
Dalam penyampaiannya, AKBP Soffan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap waspada dan tidak mudah terprovokasi oleh paham-paham yang dapat merusak kerukunan dan persatuan bangsa.
“Kami hadir di tengah-tengah saudara sekalian bukan untuk menakut-nakuti, melainkan untuk saling mengingatkan dan melindungi. Paham IRET bisa menyusup ke mana saja, termasuk di lingkungan kita sendiri. Kuncinya adalah: kenali, waspadai, dan laporkan kepada pihak berwenang jika menemukan hal-hal yang mencurigakan,” ujar AKBP Soffan.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kerukunan antarwarga yang sudah terjalin dengan baik harus dijaga bersama. Keberagaman yang ada di Desa Kasoloang justru menjadi kekuatan yang harus dijaga, bukan dipecahkan.
AKBP Soffan menyampaikan, bahwa kejahatan seperti itu bahkan bisa terjadi pada game online seperti beberapa game tembak-tembak yang saat ini banyak di mainkan oleh anak-anak muda jaman sekarang.
“Ini yang perlu kita sama-sama menjaga anak kita, Awalnya itu hanya bermain game, tapi terkadang omongan bisa mempengaruhi seperti ucapan dalam game tersebut, Tembak Polisi Bunuh polisi. Akhirnya dengan ucapan seperti itu, anak bisa saja sewaktu-waktu berbuat kejahatan. Jadi marilah kita semua awasi anak kita Mulai saat ini kalau bisa game yang seperti itu di hentikan kurangi bermain game untuk menghindari hal-hal yang bisa membahayakan anak kita”Ujar AKBP Soffan.
Lebih lanjut AKBP Soffan Mengingatkan penyebaran paham radikal saat ini kerap menyasar kalangan remaja melalui ruang digital, kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman mengenai cara paham tersebut menyusup lewat permainan daring, media sosial, maupun pergaulan digital. Peserta pun diajak untuk membangun daya tangkal yang kuat, meningkatkan literasi digital, memperkuat nilai kebangsaan, toleransi, sikap moderat, serta terbiasa bijak dalam menyaring setiap informasi yang diterima.
Warga yang hadir menyambut baik kehadiran Satgaswil Sulbar Densus 88 AT Polri. Mereka berharap kegiatan seperti ini rutin dilakukan agar masyarakat semakin paham tentang bahaya paham radikal dan cara mencegahnya sejak dini.
Kegiatan berjalan dengan tertib dan penuh kehangatan, di mana pesan-pesan pencegahan disampaikan secara santai namun tetap tegas, sehingga mudah dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat yang hadir.
![]()


















