Mamasa || Cyberpena.com – Wakil Kepala Polres (Waka Polres) Mamasa Kompol Najamuddin, S.Pd. bertindak sebagai Pembina upacara dalam kegiatan program “Polisi Peduli Pendidikan” yang digelar di SMP Negeri 1 Mamasa, Kelurahan Mamasa, Kecamatan Mamasa, pada Senin (26/10/2026) pagi. Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Polri untuk terlibat aktif dalam membangun karakter generasi muda serta menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif.
Turut hadir mendampingi Waka Polres dalam kegiatan tersebut adalah Kasat Binmas IPTU Ahmad Khaerul, Bripka Idris, Bripka Laupe, dan Bripda Rayhan. Dalam amanatnya, Kompol Najamuddin menyampaikan pesan-pesan penting terkait keamanan, ketertiban, dan keselamatan bagi para pelajar.
Secara tegas, Waka Polres Mamasa memberikan himbauan keras kepada seluruh siswa untuk menghindari perkelahian antar pelajar atau tawuran. Ia menekankan bahwa tindakan kekerasan tidak hanya merugikan diri sendiri dan orang lain, tetapi juga dapat merusak masa depan mereka sebagai penerus bangsa. Selain itu, Kompol Najamuddin juga menyoroti pentingnya tertib berlalu lintas. Ia mengimbau para pelajar yang sudah cukup umur dan mengendarai sepeda motor ke sekolah untuk senantiasa menggunakan helm berstandar SNI, serta melengkapi administrasi berkendara seperti memiliki SIM dan membawa STNK.
Sosialisasi juga diberikan terkait Operasi Patuh 2026 yang akan segera dilaksanakan. Para pelajar diingatkan untuk menjadi pelopor tertib lalu lintas dengan mematuhi semua aturan jalan raya demi keselamatan bersama.
Selain isu keamanan dan lalu lintas, personel Binmas juga memberikan edukasi tentang kewaspadaan terhadap kejahatan penculikan anak. Pelajar dihimbau agar tidak mudah percaya atau menerima makanan, minuman, maupun ajakan dari orang yang tidak dikenal. Jika mengalami hal yang mencurigakan, siswa diminta untuk segera melaporkannya kepada guru atau pihak kepolisian terdekat.
Kasat Binmas Polres Mamasa IPTU Ahmad Khaerul menjelaskan bahwa kehadiran Polri di sekolah bertujuan untuk menghapus rasa takut anak-anak terhadap aparat hukum. Melalui pendekatan “Polri Sahabat Anak”, kepolisian ingin membangun simpati sejak dini bahwa polisi adalah pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
Kegiatan berlangsung dengan aman, lancar, dan kondusif. Diharapkan melalui program ini, motivasi belajar pelajar meningkat sekaligus terbentuknya karakter disiplin dan taat hukum sejak dini.
Agusrandika
![]()



















