Pasangkayu || Cyberpena.com — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pendeta Indonesia (API) Provinsi Sulawesi Barat menggelar Konferensi Daerah (Konferda) dengan penuh hikmat dan semangat kebersamaan.
Acara ini dilaksanakan pada Selasa, 5 Agustus 2026 bertempat di NERLY HOTEL, Jl. Ir. Soekarno – Trans Sulawesi, Kabupaten Pasangkayu, Provinsi Sulawesi Barat.
Pemilihan lokasi di Kabupaten Pasangkayu menjadi simbol pemerataan pelayanan dan penguatan organisasi di seluruh wilayah Sulbar.
Pembukaan Konferensi Daerah DPD API Provinsi Sulbar dihadiri oleh unsur pimpinan dan anggota FORKOPIMDA Kabupaten Pasangkayu. Kehadiran unsur pemerintahan ini menunjukkan sinergitas antara gereja dan pemerintah dalam membangun daerah.
Turut hadir dan memberikan dukungan Ketua PGIW Sulawesi Barat dan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasangkayu. Kehadiran kedua tokoh lintas iman ini menegaskan komitmen bersama dalam menjaga kerukunan dan toleransi.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat diwakili oleh Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Sulawesi Barat yang hadir mewakili Gubernur Sulawesi Barat. Dalam sambutannya disampaikan apresiasi atas kontribusi API dalam menjaga stabilitas sosial dan moral masyarakat sangat berdampak.
Konferda ini juga dihadiri langsung oleh Bapak Pdt. Brigjen TNI (Purn) Harsanto Adi, M.Th selaku Ketua Umum DPP API. Kehadiran Ketum DPP menjadi motivasi besar bagi seluruh pendeta di Sulbar untuk terus bergerak melayani bangsa.
Dari jajaran Pemerintah Kabupaten Pasangkayu hadir Wakil Bupati Pasangkayu, Dr. Hj. Herny Agus, S.Sos., M.Si. Dalam sambutannya Wakil Bupati menyampaikan “Apresiasi yang tinggi kepada organisasi Asosiasi Pendeta Indonesia telah memberikan kontribusi untuk ikut terlibat dalam mengedukasi Masyarakat dan ikut terlibat dalam mendukung program dan visi pemerintah daerah”
Sementara dari unsur keamanan hadir Kapolres Pasangkayu, AKBP Joko Kusumadinata. Keduanya menegaskan dukungan penuh terhadap peran gereja di tengah masyarakat.
Mengusung Tema Utama: “AGEN PERUBAHAN”, Konferda ini mengajak seluruh pendeta untuk tidak hanya melayani di atas mimbar, tetapi juga hadir menjadi agen transformasi di bidang pendidikan, sosial, dan kemanusiaan demi kemajuan Sulawesi Barat.
Dalam arahannya, para pimpinan daerah menekankan poin penting : bahwa para pendeta adalah mitra strategis pemerintah dan aparat keamanan. Peran ini sangat penting dalam menjaga persatuan, ketertiban, serta kerukunan umat beragama di tengah dinamika bangsa saat ini.
Ketua Panitia melaporkan bahwa Konferda diikuti oleh 71 orang peserta utusan dari 4 Kabupaten se-Sulawesi Barat, yaitu Mamuju, Mamuju Tengah, Mamasa, dan Pasangkayu. Mereka merupakan perwakilan dari berbagai organisasi aras gereja.
Kegiatan ini menjadi ajang konsolidasi internal DPD dan DPC se-Sulbar, sekaligus meningkatkan kontribusi nyata para rohaniawan dalam mengawal pembangunan sosial dan spiritual di wilayah Sulawesi Barat.
Rangkaian acara pembukaan diakhiri dengan sesi foto bersama seluruh tamu undangan, peserta, dan pengurus. Momen ini menjadi simbol persatuan dan komitmen bersama untuk membawa Sulbar yang lebih damai dan diberkati.
Menutup acara, Pdt. Yaved Nataniel, S.Th, MM selaku Ketua Panitia menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak. “Terima kasih kepada FORKOPIMDA Kabupaten Pasangkayu, PGIW Sulbar, Kemenag, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dan Perwakilan Forum Kerjasama Gereja (FKSG) Kabupaten Pasangkayu serta seluruh peserta. Kiranya Tuhan memberkati setiap dukungan dan pengorbanan kita semua,” tutupnya.
![]()



















