Pasangkayu || Cyberpena.com — PT. PALMA merespons cepat laporan warga terkait kebocoran limbah yang menyebabkan perubahan warna air di parit sekitar area perusahaan. Kebocoran ini diduga berasal dari air pencucian boiler yang mengalir langsung ke parit, sehingga memicu kekhawatiran akan potensi dampak lingkungan di masyarakat setempat.
Sebagai langkah awal penanganan, PT. PALMA mengerahkan ekskavator PC 55 untuk mempercepat proses perbaikan di lokasi kebocoran. Di samping itu, perusahaan telah memulai pembangunan bak kontrol khusus sebagai tempat sedimentasi air pencucian boiler sebelum dibuang. Bak ini berfungsi untuk menyaring sedimen, memastikan air yang mengalir ke parit bebas dari limbah yang dapat merusak ekosistem.
PT. PALMA juga menerapkan langkah preventif dengan menutup sementara semua saluran air keluar. Perusahaan sedang mengembangkan sistem sirkulasi air internal yang akan memastikan air limbah tetap berada di dalam area pabrik, sehingga tidak berpotensi mencemari lingkungan di luar lahan perusahaan.
“Kami berkomitmen menjaga lingkungan sekitar dari potensi pencemaran. Ini adalah tanggung jawab kami sebagai bagian dari komunitas,” ujar perwakilan PT. PALMA dalam pernyataan resmi. “Kami akan memastikan sistem pengelolaan limbah berfungsi dengan baik dan aman bagi lingkungan.”
Dengan tindakan cepat ini, PT. PALMA berharap dapat segera mengatasi kebocoran limbah sekaligus menjaga kualitas lingkungan di sekitar pabrik agar tetap bersih dan aman bagi masyarakat sekitar (Red)
![]()



















