Pare-Pare || Cyberpena.Com— Di atas sebuah bukit yang memandang luasnya Kota Pare-Pare, berdiri sebuah sekolah legendaris yang kini tinggal kenangan namun menyisakan warisan luar biasa: Sekolah Guru Olahraga (SGO) Negeri Pare Pare. Sekolah ini bukan sekadar lembaga pendidikan biasa—ia adalah kawah candradimuka yang selama bertahun-tahun mencetak tenaga pendidik olahraga tangguh, disiplin, dan berjiwa nasionalis.
Dari lokasi strategisnya di Jl. Lasiming, SGO membentuk karakter ratusan siswa. Namun, Angkatan 1991 menjadi istimewa. Bukan hanya karena mereka adalah angkatan terakhir, tapi juga karena mereka berhasil menorehkan sejarah sebagai generasi yang banyak melahirkan tokoh-tokoh,aktivis dan gererasi bangsa di berbagai bidang : militer, kepolisian, olahraga internasional, hukum, pemerintahan, wirausaha, hingga pendidikan.
Dari 1.500 peserta seleksi, hanya 150 siswa terpilih yang kemudian menjalani tiga tahun masa pendidikan intensif — sebuah proses pembentukan karakter dan profesionalisme yang benar-benar membuahkan hasil.
Kini, lebih dari tiga dekade berlalu, para alumni ini telah menjadi bukti hidup bahwa SGO bukan hanya tempat belajar, tapi juga tempat menempa jiwa.
Kutipan Wawancara Para Alumni Inspiratif :
Letkol Marinir Andi Usman, S.Sos.,M.Si – Perwira Marinir TNI AL & sebagai Kepala Dinas Potensi Maritim di Pangkalan Utama TNI AL Sorong Papua Barat Daya.
“SGO bukan hanya mencetak guru olahraga, tapi mencetak pribadi tangguh. Kedisiplinan dan mental baja yang saya bawa sampai ke dunia militer, semua itu tumbuh di Bukit Lasiming. SGO membentuk kami menjadi petarung kehidupan. Untuk adik-adik muda, jangan ragu bermimpi besar – mulailah dari karakter yang kuat.”
AKP Musran S.PD M.PD AKP Musran S.Pd Pelatih & Instuktur ( Gadik ) di Pusdik Brimob Polri Watukosek
“Di SGO kami digembleng seperti pasukan elit: disiplin keras, mental tahan uji, dan loyalitas tinggi. Itulah bekal yang membuat saya bertahan dan dipercaya di dunia kepolisian. Jangan pernah anggap kecil peran pendidikan karakter. Di situlah masa depan dibentuk.”
Muhammad Sabir, S.Pd., M.Pd. – Atlet Nasional Sepak takraw dan Presiden ISTAF(Internatinal Sepaktakraw Federation) Selama 3 Periode 2013-2025.
“SGO membentuk saya sebagai atlet dan pemimpin. Semangat kompetisi dan solidaritas kami pelajari dari bawah. Saat berdiri di forum internasional, saya membawa nama Parepare dan semangat Lasiming. Untuk generasi muda, raihlah mimpi setinggi langit, tapi pijakanmu harus kuat – di tanahmu sendiri.”
Dr. Urbanisasi, S.H., S.I.P., M.H., Dip.Th – Akademisi dan Praktisi Hukum Nasional
“Saya belajar kejujuran, integritas, dan kerja keras di SGO. Meskipun kini saya berkecimpung di bidang hukum, semangat sportivitas dan kepemimpinan dari SGO terus saya bawa. Pendidikan di SGO adalah kombinasi fisik, mental, dan spiritual – inilah yang membentuk manusia seutuhnya. Anak muda hari ini harus kembali ke akar: disiplin, nasionalis, dan berani.”
Pak Syaharuddin, S.Pd., M.Pd.,
Ketua K3S Wil II Kec.Pujananting &
Kepala UPTD SDN 174 Barru Sul-Sel.
“SGO bukan sekadar lembaga pendidikan, tapi institusi pembentuk karakter bangsa. SGO telah mencetak generasi unggul di berbagai bidang — TNI, Kepolisian, Hukum, Pemerintahan, hingga Pendidikan. Ini menunjukkan betapa luar biasanya talenta yang dihasilkan. Alumni SGO Parepare, khususnya angkatan 1991, telah dibekali ilmu, pengalaman, serta pembentukan fisik dan mental yang menjadikan mereka tangguh dan siap menghadapi masa depan.”
Irmawati, S.Pd. – Guru dan Pemerhati Pendidikan Daerah
“Kami tetap memilih jalan mulia sebagai guru, karena dari guru lah semua profesi dimulai. SGO mengajarkan bahwa mendidik adalah ibadah panjang. Saya bangga tetap menjadi guru, karena dari kelas kecil di pelosok, masa depan negeri ini ditentukan.”
Sutantio, S.Pd., M.Pd.
Kepala SDN 2 Sanggau Ledo, Bengkayang,Kalbar Atlit Nasional Beladiri Wing Cun.
“SGO Pare-Pare telah membentuk dasar karakter dan kedisiplinan saya sebagai pendidik. Melalui dunia pendidikan dan olahraga, saya berkomitmen mencetak generasi yang sehat, tangguh, dan berprestasi demi kemajuan bangsa.”
Asrita Rahkman – Admin Komunitas Alumni SGO Pare Pare,Pengawas di Kementrian Departemen Agama Sengkang,Wajo.
“Sebagai admin komunitas, saya melihat betapa kuatnya ikatan antaralumni dan rasa bangga terhadap almamater. Kami bukan hanya mengenang masa lalu, tapi terus berbagi informasi, menyemangati satu sama lain, dan mendorong regenerasi semangat SGO. Angkatan 1991 adalah bukti bahwa akhir dari sebuah institusi bukan akhir dari pengaruhnya. SGO hidup dalam karya dan dedikasi para alumninya.”
Warisan yang Terus Menginspirasi
Kini, lokasi SGO telah berubah fungsi menjadi SMA Negeri 4 Kota Pare-Pare, namun jejaknya tetap membekas dalam hati para alumni. Dari tempat yang dulu ramai dengan aba-aba baris berbaris, peluit senam, dan ujian lapangan itu, kini lahir SDM yang membangun negeri dalam diam dan kerja nyata.
SGO Negeri 4 Pare-Pare Angkatan 1991 telah membuktikan bahwa institusi yang hebat adalah yang mampu membentuk manusia unggul — dan dari puncak Lasiming, mereka telah membuktikan bahwa pendidikan karakter dan disiplin bisa mengantarkan siapa pun, ke mana pun.
Untuk generasi muda Indonesia :
“Jangan pernah remehkan asal-usulmu. Sekolah kecil di bukit Pare-pare bisa menjadi pijakan untuk mengubah dunia. Jadilah generasi tangguh, cerdas dan penuh cinta pada Negeri.”
(Red)
![]()



















