MAMASA || Cyberpena.com — Gereja GTM Jemat Miarang di Desa Batupapan, Kecamatan Nosu, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, mengalami kerusakan parah setelah diterjang angin puting beliung sekitar pukul 09.45 pada Rabu 3 September 2025.
Dilaporkan atap dan rangka gedung gereja dilaporkan hancur seketika akibat insiden tersebut.
Kecamatan Nosu dikenal sebagai salah satu wilayah dengan geografi yang unik di Sulawesi Barat, dengan perbukitan yang tinggi membuat daerah ini rawan bencana angin dan badai.
Menurut salah seorang warga, “Angin sangat kencang menghantam bangunan Gereja hingga membuat Gereja di Jemaat Miarang ikut rubuh dan porak poranda”.
Belum ada informasi resmi tentang korban jiwa atau luka-luka dalam insiden ini. Namun, kerusakan pada bangunan gereja diperkirakan akan berdampak pada kegiatan ibadah dan aktivitas masyarakat sekitar.
Yaved Nataniel, Pendiri Yayasan Bahtera Peduli Nusantara, menyatakan prihatin dengan kejadian ini.
“Lewat tim cyberpena.com, kami akan mencoba mencari informasi terkait kerugian dan dampak bencana tersebut,” ungkapnya.
“Kami akan melakukan upaya dengan mengunjungi tempat kejadian, dengan upaya untuk membantu gereja yang terdampak angin puting beliung” Sambungnya.
Yayasan Bahtera Peduli Nusantara sendiri bergerak di bidang sosial, kemanusiaan, dan keagamaan, yang salasatunya membantu kegiatan pembangunan rumah Ibadah yang ada di pelosok Nusantara.
Dengan kejadian ini, jemaat berharap untuk dapat membangun tempat Ibadah mereka kembali. Uluran tangan dan bantuanpun terbuka untuk saudara saudara kita yang terdampak bencana. (Red)
Wartawan : Agustinus
![]()



















