MAMASA || Cyberpena.com – Sejumlah masyarakat di Kabupaten Mamasa mengungakapkan kekecewaanya di Media Sosial Facebook dan Grup Whatsap.
Kekecewaan masyarakat Mamasa soal kebijakan Pemerintahan Provinsi Sulbar dalam pelantikan Eselon II Lingkup Pemprov Sulbar.
Gusti Harmiawan yang gagal dilantik menjadi Perwakilan Mamasa di Sulbar. Padahal Gusti Harmiawan mendapatkan Nilai tertinggi ke tiga pada saat mengikuti seleksi beberapa waktu lalu.
Aktivis Mamasa mengancam akan berpisah dari Sulbar sebagai bentuk perlawanan kepada Pemprov Sulbar.
Hal itu di sampaikan Aktivis Boby Patalangi, menurutnya Kabupaten Mamasa tidak pernah di anggap sebagai bagian dari Sulawesi barat.
” Mamasa selalu di anak tirikan. Pak Gubernur dan Wakil tidak hitung Kabupaten Mamasa dalam penentuan Eselon II. Pada hal Pak Gusti mengalahkan beberapa peserta lain pada saat seleksi,” Ujar Boby Patalangi, Jumat 19/12/25.
” Lebih baik Kabupaten Mamasa keluar dari Sulawesi barat,” Tagas Boby.
Sementara itu sejumlah Aktivis lain mengancam akan melakukan demo besar besaran di Pemprov Sulbar.
” Ayok kita demo di Provinsi. Sebab kita selalu di anak tirikan,” Ujar Aktivis dalam Grup Whatsap.
Sementara itu, Nurhadi Lake Pulio selaku Ketua Partai Buruh Mamasa yang juga salah satu pendukung Suhardi Duka saat Pilkada menyampaikan kekecewaanya di akun Facebook miliknya.
“Dugaanku benar Mamasa di remehkan 2 Kali menang di Mamasa tidak di hitung,” Tulis Nurhadi Lake.
Laporan: Agustinus
![]()



















