Yogyakarta || Cyberpena.com – Nama Franky D. Tanamal awalnya sudah tercatat resmi dalam manifes penerbangan maut ATR 42-500 rute Yogyakarta–Makassar. Namun, sebuah keputusan sederhana mengubah garis hidupnya.
Sore itu, Franky memilih mengajukan izin kepada atasannya untuk tidak ikut terbang. Alasannya satu: ia harus menjalankan pelayanan ibadah di gereja. Keputusan untuk mendahulukan panggilan Tuhan tersebut ternyata menjadi jalan keselamatannya dari kecelakaan tragis di Gunung Bulusaraung, Sabtu (17/1).
”Ia izin tidak ikut terbang karena ada pelayanan ibadah,” ujar rekannya, Rumoton Sitanggang.
Kisah Franky adalah pengingat indah bagi kita semua: bahwa jika Tuhan sudah berkehendak dan takdir belum waktunya, maka selalu ada cara ajaib bagi-Nya untuk melindungi hamba-Nya. Ketaatan membawa keselamatan. (Red)
![]()



















