Mamasa || Cyberpena.com– Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, memimpin kegiatan penanaman padi perdana secara serentak di Desa Sindagamanik, Kecamatan Tandukkaluak, Kabupaten Mamasa, pada Rabu, 11 Februari 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Welem dengan tegas menyatakan, “Ini bukan pencitraan yang dibuat-buat, ini murni keinginan pemerintah melihat dan merasakan kerja keras petani, dengan pola tanam yang teratur, serentak dan pengendalian hama secara terpadu berkat tuntunan dari para penyuluh pertanian di tempat ini!”
Bupati Welem menyampaikan apresiasi tinggi kepada para petani di Desa Sindagamanik. Berkat panduan dari penyuluh pertanian, mereka telah berhasil menerapkan sistem tanam padi serentak dengan pola tanam jajar legowo.
Sistem ini tidak hanya mempermudah pengendalian hama dan penyakit, tetapi juga memungkinkan proses panen yang serentak, serta menumbuhkan semangat kebersamaan dan gotong-royong yang telah menjadi tradisi turun-temurun. Lebih jauh, pelaksanaan tanam serentak ini akan memudahkan pemerintah dalam mendistribusikan bantuan, khususnya program prioritas pupuk gratis.
Terkait dengan masih adanya kelompok tani yang mengalami hambatan administrasi dalam memperoleh bantuan pupuk gratis dari Pemda Mamasa, Bupati Welem kembali mengingatkan para penyuluh dan jajaran Dinas Pertanian Kabupaten Mamasa untuk sigap memfasilitasi.
“Saya berharap para penyuluh dan jajaran Dinas Pertanian untuk membimbing dan memfasilitasi pengurusan kelompok tani yang masih terhambat. Tidak ada niat mempersulit petani dalam memperoleh pupuk gratis dengan berbagai persyaratan yang ada, karena pemerintah mau memberikan bantuan, tetapi persyaratan yang ada mutlak dipenuhi karena itu adalah syarat dari perbankan, BPK, dan pihak terkait lainnya. Intinya pupuk gratis jalan, tetapi pertanggungjawaban juga aman,” jelasnya.
Mengakhiri sambutannya, Bupati Welem mengajak para petani untuk tetap konsisten dan bersemangat dalam menanam berbagai komoditas, termasuk sayur-sayuran, jagung, kopi, dan kakao. Hal ini penting untuk memenuhi kebutuhan dan kecukupan pangan, serta meningkatkan penghasilan.
“Jangan pesimis, teruslah menanam, apalagi sekarang ada program MBG yang membutuhkan produk lokal secara berkesinambungan. 85% penduduk Mamasa adalah petani, maka tidak ada alasan pemerintah untuk tidak memperhatikan kesejahteraan rakyatnya yang sebagian besar petani,” pungkas Welem.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pertanian, Bernard, SP., juga menyampaikan rencana dinasnya untuk melaksanakan _pilot project_ produksi bibit padi unggulan yang akan dipusatkan di suatu wilayah. Hal ini merupakan upaya strategis mengingat ketersediaan bibit unggul masih menjadi salah satu kendala dalam pengembangan tanaman padi.
Wartawan : Agusrandika
![]()



















