MAMASA || Cyberpena.com — Bupati Mamasa menerima kunjungan kerja Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Surabaya di Rumah Jabatan Bupati Mamasa, Kamis (13/8/2026). Pertemuan tersebut membahas dukungan pengembangan perkebunan, khususnya penyaluran benih kopi dan kakao bagi petani di Kabupaten Mamasa.
Pada kesempatan tersebut Ketua BBPPTP Surabaya Andi Faisal menyampaikan maksud kedatangannya yang membahas penyaluran benih kopi dan kakao kepada para petani di Kabupaten Mamasa.
Sementara itu Bupati Mamasa Welem Sambolangi dalam diskusi tersebut menyampaikan sejumlah persoalan yang dihadapi petani, salah satunya terkait penyaluran bantuan benih yang belum dapat direalisasikan karena terkendala regulasi, khususnya bagi petani yang mengelola lahan di kawasan hutan.
“Saya ingin menyampaikan permasalahan yang ada di Mamasa, di mana para petani yang kebun kopinya berada di wilayah Kawasan hutan masih belum bisa mendapatkan bantuan benih karena terbentur regulasi,” ujar Welem.
Menurut Bupati, petani yang melakukan kegiatan perkebunan di kawasan hutan kerap menghadapi kendala dalam proses pengusulan bantuan. Salah satu persoalannya berkaitan dengan persyaratan administrasi dalam penetapan Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL), sehingga petani yang berada di kawasan tersebut belum dapat masuk dalam penerima bantuan benih.
Bupati berharap adanya koordinasi antara Kementerian Pertanian dan Kementerian Kehutanan serta pihak terkait untuk mencari solusi atas persoalan tersebut. Dengan demikian, petani di Kabupaten Mamasa yang berada di kawasan hutan tetap dapat memperoleh dukungan benih sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Saya sangat berharap melalui pertemuan ini pihak balai dapat berkoordinasi dengan pihak terkait sehingga dapat memberikan ruang kebijakan bagi petani kami yang berada di wilayah hutan agar tetap dapat memperoleh bantuan bibit. Saya sangat yakin kegiatan mereka tidak akan berdampak pada kerusakan hutan,” ungkapnya.
Menanggapi hal tersebut, Andi Faisal menyampaikan bahwa pihak BBPPTP Surabaya akan menindaklanjuti persoalan tersebut melalui koordinasi dengan Direktorat Jenderal terkait untuk mencari solusi yang dapat mengakomodasi kebutuhan petani di Kabupaten Mamasa.
“Terima kasih atas penyampaiannya. Saya akan menindaklanjuti permasalahan ini ke Dirjen agar dapat dicarikan solusi dan jalan keluarnya, karena potensi perkebunan di Mamasa sangat besar,” tutup Andi Faisal.
Agusrandika
![]()


















