Mamasa || Cyberpena.com — Bupati Mamasa Welem Sambolangi mengutip penggalan lagu “Mars GTM” yakni “Jangan mudah diombang-ambing rupa-rupa pengajaran dunia,” sebagai pesan utama dalam amanatnya dihadapan ibu-ibu peserta Sidang Am Persekutuan Perempuan Gereja Toraja Mamasa (PPrGTM) yang diadakan di Klasis Osango, Desa Osango, Kecamatan Mamasa, Kabupaten Mamasa, Rabu 24/06/2026.
Turut hadir Perwakilan Pemerintah Sulawesi Barat, Unsur Bimas Kristen Kemenag Sulbar, Anggota DPRD tingkat Provinsi Sulawesi Barat dan Kabupaten Mamasa, Ketua BPS GTM Pdt. Deppatola Pawa, M.Th dan jajaran pengurus Sinode BPMS GTM serta sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat.
Pertemuan PPrGTM tersebut dihadiri oleh kurang lebih 500 orang peserta dari 69 Klasis se-Indonesia yang akan bersidang selama 4 hari ke depan, termasuk pemilihan pengurus PPrGTM di akhir sesi.
Bupati Mamasa juga menyampaikan harapannya semoga pertemuan kaum perempuan GTM tersebut dapat melahirkan program pelayanan yang berguna bagi masyarakat dan tidak terfokus pada kepentingan organisasi PPrGTM semata.
Beliau menyarankan agar evaluasi dan solusi terhadap persoalan masa lalu perlu dilakukan secara seksama sehingga dapat melahirkan program yang berkualitas.
Disamping itu pemerintah kabupaten Mamasa menitipkan untuk menyikapi situasi dan kondisi masa kini terkait dengan keterbukaan informasi yang memiliki dampak dua sisi, yakni sisi baiknya kecepatan memperoreh akses informasi dan sisi buruk dimana di media sosial telah berseluncur informasi hoaks yang dapat menyesatkan dan menimbulkan perpecahan.
“Jangan jadikan media sosial sebagai ajang agitasi yang bisa memecah belah persatuan dan kesatuan umat. Gereja harus hadir untuk memberikan pencerahan kepada warganya tentang bagaimana bermedia sosial dengan baik dan bermanfaat. Gereja harus hadir menyadarkan umatnya agar jangan mudah terombang-ambing dengan rupa-rupa pengajaran dunia yang menyesatkan, seperti dalam lagu Mars GTM yang baru saja kita nyanyikan.” Demikian Pesan Bupati.
Bupati juga berpesan agar sedapat mungkin program PPrGTM yang disusun dalam persidangan nanti terus membangun komunikasi dan kolaborasi dengan pemerintah terkusus pada masalah-masalah Perempuan, seperti masalah perlindungan Perempuan, KDRT, dan masalah perlindungan anak.
Welem menambahkan bahwa bahwa pertemuan ini diharapkan betul-betul menjadi persidangan gerejawi, terutama dalam pemilihan pengurus. “Saya berharap pertemuan nanti jangan disusupi dengan kepentingan pribadi dan kelompok, lakukan pemilihan pengurus sesuai dengan hati nurani dan ketulusan supaya berkenan dihadapan Tuhan.” Tutupnya.
Pada kesempatan yang sama Ketua Umum BPMS GTM Pdt. Deppatola Pawa, M. Th juga menyampaikan poin pesan yang mengharapkan sidang PPrGTM kali ini melahirkan program-program yang dapat memberikan pelayanan yang semakin baik bagi gereja dan masyarakat pada umumnya.
Sementara itu Ketua Umum PPrGTM Pdt, Yuliana Allo, S. Th berharap kepemimpinan PPrGTM periode berikutnya akan lebih baik dari kepengurusan sebelum. “Saya berharap kepengurusan yang akan datang jauh lebih baik dengan evaluasi progran sebelumnya, tetapi juga perlu mengingat dan melanjutkan keberhasilan yg telah dicapai oleh pengurus lama.” Demikian disampaikan.
Agusrandika
![]()


















